Selasa, 26 Januari 2016

Rahasia Dibalik Menyontek


Rahasia Dibalik Menyontek 
“Menyontek diartikan sebagai melihat atau meniru pekerjaan orang lain”

Ketika kita membahas tentang menyontek. Banyak orang tua dan guru melarang kita untuk menyontek. Karena itu suatu hal yang tidak patut dicontoh. banyak nasehat  yang seperti itu sering kita dapatkan, sehingga ketika kita mendengar menyontek. anda langsung  membayangkan didalam pikiran anda dan  langsung terbisik dihati anda bahwa menyontek adalah hal yang buruk. Anda pasti akan langsung mempersepsikannya dengan  hal-hal yang buruk dan yang tidak bagus untuk dicontohkan bukan? hampir semua orang memandangnya dengan persepsi yang negative. Jarang kita temukan orang memandangya dengan hal yang positif kecuali telah kita jelaskan apa itu manfaat dan kerugian yang akan anda dapatkan dari menyontek.

Hampir semua dari kita tidak mengetahui apa itu manfaat dari menyontek. Karena kita sering mengabaikannya dan selalu berfikir hal yang negatif terhadap menyontek, sehingga kita sendiri tidak mengetahui apa itu manfaat dari menyontek. Menyontek itu banyak persepsi, menurut persepsi masing-masing. Salah satunya persepsi yang positif dan persepsi yang negatif. Menyontek dapat diartikan sebagai melihat atau meniru hasil kerja orang lain.

Menyontek atau Meniru dalam hal yang positif misalnya, ada orang-orang yang melakukan kebaikan, belajar untuk memperbaiki diri mereka, ada orang yang usahanya sangat tinggi sehingga ia dapat mencapai keinginannya.ketika kita meniru atau menyontek kedalam hal- hal yang positif maka akan membuat kita lebih semangat dan usaha agar kita dapat sukses seperti mereka, sukses itu tidak akan pernah datang dengan sendirinya kecuali kita mau berusaha dengan giat. Menyontek atau meniru kedalam hal yang positif seharusnya dituntut agar kita mempunyai pengalaman, mengetahui kesulitan dan kemudahan pengalaman hidup. Karena tanpa mencoba  kita tidak akan pernah mengetahuinya.


Menyontek atau meniru dalam kedalam hal yang negatif. Untuk hal yang negative kita tidak perlu meniru atau menyontek lagi. Karena hal yang negatif  itu ketika kita tidak belajar, tapi perbuatan negatif dengan cepat dan mudah akan bisa dengan sendirinya. Contohnya seperti Menyontek pekerjaan tugas sekolah, menyontek sikap jelek orang lain. Ini mungkin adalah hal yang sangat gampang.



Maulid Menjadi Budaya Di Indonesia


Maulid Menjadi Budaya Di Indonesia

Budaya di Indonesia khususnya Aceh setiap tahunnya pasti merayakan tahun kelahiran nabi atau yang sering disebut “Maulid” maulid sudah menjadi budaya di Indonesia khususnya Aceh . warga aceh sendiri sangat gembira dengan tahun kelahiran nabi sosok idola dihati warga muslim. Bagi umat muslim nabi Muhammad Saw sebagai utusan dari allah adalah sosok orang yang sangat berjasa dalam menegakkan atau mengkokohkan agama islam.

Kebiasaan orang aceh ketika memperingati tahun kelahiran nabi, merayakan dengan cara sederhana atau membuat acara besar-besaran. Biasanya mereka mempunyai tanggal masing-masing dalam merayakannya. Misal pada tanggal 1-2 di kampung A maka tanggal 3-4 di kampung B. mereka membagi waktu dan tanggal tersebut agar lebih mempererat silaturahmi antara tetangga A dengan B dengan cara mengundang satu sama lain pada saat acara maulid nabi.


Orang-orang aceh sangat senang dengan acara maulid nabi, karena bagi mereka itu adalah hari yag membuat mereka lebih mengenang sejarah perjuangan nabi, tapi yang harus diambil kata petiknya bahwa bukannya hari-hari lain mereka tidak menginggat nabi, hanya saja mereka lebih sibuk dengan pekerjaan lainnya, diselang waktu bekerja mereka tidak lupa pula shalawat buat nabi, apalagi ketika sudah menyelesaikan shalat. Dengan adanya peringatan maulid maka mereka akan lebih mengfokuskan hari tersebut menginggat nabi dan juga berbagi kepada anak yatim, orang-orang yang kurang mampu dan lain-lain. Kebisaan orang aceh yang merayakan maulid dengan membuat acara bukan hanya saja orang yang mampu atau berada, melainkan orang yang kurang mampupun berbondong-bondong untuk membuat acara walaupun maulid itu bukanlah hal yang wajib.

Hal positif yang bisa kita ambil dari acara maulid ini ilalah para umat muslim lebih mempererat silaturahhmi dengan sesamanya. lebih mengenang perjuangan rasul dan sebagainya. Hal yang negative dari sini ialah mereka biasanya lebih mmbuang-buang makanan. Wlaupun mau dikasih buat tetangga merekapun membuat acara maulid. Saya ingin mangajak anda memakai logika anda untuk berfikir. Coba kita bayangkan jika kita tidak mubazir ketika merayakan dan tidak semua yang membuat acara. Kita bisa membuat dihari lainnya yang orang tidakada buat acara, kemudian kita undang tetangga dan anak yatim piatu. Pasti acara kita tidak akan ada yang mubazir. Dan malahan makin membantu mereka yang kurang mampu dengan cara mengundan mereka makan siang, malam dan lainnya.

Karena jika kita telusuri dari sejarahnya maulid nabi ini tidak ada dijelaskan dalam al- qur’an maupun hadist. Hanya saja pertama kali di adakan maulid nabi pada masa Sultan Salahuddin Al- Ayyubi semangat juang umat islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada nabi mereka. Sehingga acara maulid tersebut diadakan sampai sekarang.
                   

Kamis, 21 Januari 2016

Tips Mengatur Waktu agar sukses Di perkuliahan


TIPS MENGATUR WAKTU AGAR SUKSES DI PERKULIAHAN

Buat apa sich kuliah?

Setiap yang menempuh pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA sampai kuliah mereka semua pasti  ingin memiliki banyak ilmu pengetahuan, skor yang bagus , sukses dalam pekerjaan dan lain-lain.
Sahabat, pernahkah kita mempelajari fenomena yang terjadi disekeliling kita? Di waktu yang sama, ada orang yang begitu produktifnya, banyak aktivitas yang ia kerjakan dalam waktu yang relative singkat.  Nampaknya tidak ada satu detikpun yang sia-sia, aktivitasnya tidak produktivitas itu sendiri. Dari mulai membaca buku, menghadiri majelis ilmu, kuliah atau bersekolah, berolahraga, memberikan motivasi, berorganisasi dan mendiskusikan  pelajaran bersama teman-teman agar lebih dapat dipahami. Namun, dengan waktu yang sama  yaitu 24 jam setiap hari, 7 hari dalam seminggu, ada pula orang yang seperti kebalikan dari orang yang pertama tadi. Mereka masih binggung melakukan apa. mereka lebih banyak membuang waktu mereka kedalam hal-hal yang tidak bermanfaat.
Ada beberapa hal yang dapat membuat kita termotivasi agar melakukan hal yang bermanfaat supaya kuliah kita tidak sia-sia begitu saja. Karena kalau kita hanya berharap dari universitas saja maka yakinlah kita tidak akan mendapatkan semua apa yang kita inginkan. Untuk mendapatkan semua yang kita inginkan maka kita harus mencari pengalaman, pengetahuan di luar kampus. Baik itu dalam mengikuti organisasi, membaca buku, mengikuti pengajian dan lain-lain. Mari kita simak beberapa penjelasan yang ada dibawah: 
Add caption

1.      Silaturrahim yang menginspirasi
Datangilah sahabat-sahabat yang menginspirasi, guru yang menginspirasi, atau sekadar meminta nasehat agar kembali bersemangat untuk beraktivitas. boleh jadi dengan silaturrahim ini, allah memberikan jalan ilmu dan hidayahnya sehingga kita mendapatkan energy baru untuk memulai kembali aktivitas yang positif.
Ketika kita ingin mendatangin orang –orang yang bisa menginspirasi sebaiknya terlebih dahulu kita membuat janji agar tidak menganggu agenda hariannya. Bawalah oleh-oleh untuk tanda terimaksih kita dengan apa yang telah ia ajarkan.


2.      Nonton dan baca buku yang bermotivasi
Bacalah buku dan Totonlah film-film yang bisa membuat kita termotivasi agar kita bergairah untuk lebih banyak usaha supaya mendapatkan apa yang kita inginkan.

3.      Buatlah target harian, mingguan dan bulanan
Orang –orang yang sukses biasa menjalani dengan perencanaan yang matang, target yang terukur dan evaluasi yang mantap. Luangkanlah waktu untuk memulai kembali menyusun beberapa rencana yang teraibaikan, target yang tidak terrealisasikan. Tidak ada kata terlambat untuk perubahan, perubahan yang terbaik adalah kita mulai saat ini tanpa menunggu besok.

4.     Hijrah dari zona nyaman
Boleh jadi factor kemalasan dan ketidak sanggupan kita untuk belajar adalah lingkungan yang tidak konduksif, teman yang tidak produktif, atau bahkan posisi kamar yang menjemukan. Mulailah kita mengubah semuanya mulai dari tempat tidur, lingkungan dan teman. Jangan menunda-nunda pekerjaan dan mulailah belajar mandiri.
Inilah beberapa tips yang bisa kita lakukan agar kuliah kita tidak sia-sia dan mendapatkan prestasi yang bagus kedepannya. Semoga bermanfaat.



 sumber: setia furqon kholid

Senin, 21 Desember 2015

Potret Pendidikan Islam Di Aceh

“POTRET PENDIDIKAN ISLAM DI ACEH”

Teman-teman mari kita lihat bagaimana keadaan sosio cultural pendidikan Islam di Aceh. Kali ini kita akan lebih membahas kewenangan agama dalam masyarakat aceh dari teugku ke ustad. Otoritas pendidikan di aceh lebih banyak di kontrol oleh para pemimpin atau ahli agama local yang di kenal dengan istilah teungku.

Di Aceh, ulama telah berperan cukup aktif sejarah kedatangan islam hingga bergabung menjadi bagian dari republik Indonesia. Semasa kerajaan islam, para ulama menjadi penasihat khusus bagi sultan atau sultanan. Pada era perang Belanda, ulama juga tampil sebagai pahlawan yang menggunakan ideologi jihat sebagai bentuk dari perang di jalan Allah.




Di Aceh, para ulama di kenal dengan panggilan teungku, abu dan abon. Dalam hal ini terdapat hirarki. Ulama yang paling tinggi di kenal  dengan abu( Bapak), yang terkadang di hubungkan dengan kampung dengan kediaman mereka, seperti Abu Tanoh Tirah, Abu Awe Geutah dan AbuTanoh Abe. Nama-nama yang menghubungkan dengan nama kampung menyiratkan bahwa mereka yang mengontrol pola hidup keagamaan masyarakat. Dapat juga di tambahkan bahwa masyarakat Aceh memanggil Abu dengan Teugku Chik yang biasanya menjadi kepala dayah. Tugasnya adalah “ menentapkan kurikulum dan menetapkan metodelogi yang Digunakan dalam pelaksanaan pendidikan” di dayah. Pada prinsipnya, sistem dayah sama dengan pendidikan islam seperti pasantren di Jawa, surau di padang,  pondok di Malaysia dan pho no Thailand selatan. Karena itu, peran teungku chik sama dengan posisinya denga kyai di pasantren. Peran seorang Abu Chik atau teugku Chik tidak hanya di dayah,tetapi juga sebagai pemimpin spiritual bagi masyarakat. Misalnya, kerap mereka diundang ke acara-acara pemerintah. Atau mereka terkadang di kunjungin oleh panglima militer untuk bagian dari silaturrahmi. Bahkan, beberapa abu chik juga terlibat dalam arena politik, khususnya pada pemilu local tahun 2009. Mereka mendirikan  partai yang dikenal dengan PDA ( Partai Daulah Aceh). Namun demikian, beberapa Abu Chik juga dikenal dengan sebutan Syaikh, terutama  jika memiliki tarekat. Di beberapa Dayah, khususnya  di Aceh Selatan, mereka melakukan sulu selama bulan ramadhan. Jika tidak ada Syeik atau tarekat di beberapa dayah tertentu, maka beberapa santri senior akan melakukan khalud, meditasi selama 45 hari dekat kuburan-kuburan ulama besar atau dalam kamar yang dikenal dengan istilah salek buta, medidasi spiritual  dimana “ tidak ada guru” selama “ pertemuan” dengan Allah. Beberapa sarjana menganggap bahwa tradisi merupakan bagian dari ajaran wahdatul wujud yang berasal dari ibn Arabi.

Adapun teugku yang bekerja di bawah Abu Chik atau teungku Chik adalah tungku Bale. Secara akademik, kelompok teugku ini sama denga peran ustad di dayah modern. sementara levelnya pun sama dengan tingkat SMU. Para santri belajar dari Teungku Bale di balai-balai dayah. Di samping itu, dalam hal tertentu, Teungku Bale juga mewakili abu chik atau teugku chik dalam acara-acara agama keagamaan masyarakat.



Berikutnya adalah Teungku Rankang. Tingkatan para Teungku ini sama dengan sekolah menengah pertama. Kelompok Teungku Rangkang ini dipilih dari santri yang bertindak sebagai “ Asisten”  bagi teungku Bale. Mereka hanya akan belajar dari tengku rangkang atau langsung dari teungku chik sekali dalam seminggu. Dalam hal ini, para santri belajar dari kita kuning berbahasa melayu dalam skrip arab. Pada prinsipnya, kelompok teungku ini tidak memiliki otoritas di dayah , kecualai menjadi “asisten” bagi Teungku Bale. Namun demikian, beberapa Teungku Rangkang akan menepati posisi Teungku Bale karena kemajuan  studinya dan tingkat loyalitas terhadap sistem ini.

Tingkatan berikutnya ialah Teungku Menasah. Tugas mereka bukanlah di dayah, melaikan di gampong ( kampung) menasah dimana tempat anak-anak belajar islam dan melakukan shalat berjama’ah. Pada tingkat ini, anak-anak di ajari bagaimana membaca dan menulis bahasa arab, membaca al- Qur’an, melakukan shalat, akhlak, sejarah islam, rukun iman, menyanyikan  beberapa lagu agama pada malam jum’at. Pemilihan dari Teungku-Teungku tersebut tersebut di dasarkan pada kualitas ilmu agama dan kharisma.

Itulah sekilas tentang “pendidikan islam di Aceh” yang dapat saya bagikan kepada teman-teman. Semoga lebih dapat memperluas wawasan  dan bermanfaat.
Referensi:


Ahmad Kamaruzzaman Bustamam. Acehnologi

Pintu Masuk Kemaksiatan

Pintu Masuk Kemaksiatan

 Pada dasarnya kita manusia yang diberikan nafsu susah sekali dalam mengendalikan diri, apalagi jika kita jauh dari sang pencipta. Maksiat masuk ke dalam diri seorang hamba melalui empat pintu. Dalam bagian ini saya akan menjelaskan secara ringkas satu persatu dari empat hal tersebut. 

1.      Pandangan Mata
Pandangan mata adalah dorongan yang muncul pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu. Bila dorongan itu jelek, berarti itu adalah dorongan syahwat. Menjaga pandangan merupakan benteng bagi kemaluan. Sengaja mengumbar pandangan sama artinyadengan membiarkan diri terseret menuju sumber kebinasaan. Rasulullah saw bersabda;

“ jangan engkau menyusuli pandangan dengan pandangan. Untukmu hanya ( pandangan) yang pertama, sedangkan yang kedua bukan untukmu.”

Kalau anda kebetulan melihat perempuan, pandanglah sepintas saja. Jangan diulang lagi karena pandanga kedua bukan hak anda.

Rasulullah saw bersabda, “ pandangan mata adalah panah berbisa di antara panah-panah iblis. Untuk orang yang memejamkan matanya dari perempuan, allah mewariskan dalam hatinya iman ( keindahan) sampai hari pertemuan dengannya.”
Pandangan mata merupakan awal petaka buruk yang menimpa manusia.  Pandangan dapat menumbuhkan perasaan, lalu perasaan akan melahirkan pikiran. Setelah itu tumbuhlah syahwat, yakni syahwat yang untuk melampiaskan keinginan. Selanjutnya, terjadilah perbuatan. Selama tidak ada yang menghalangi, perbuatan itu bisa terjadi berulang-ulang hingga terakumulasi menjadi penyakit.

 Dalam hal ini dikataka, sabar dalam menahan pandangan lebih ringan daripada sabar terhadap rasa pedih sesudahnya( sesudah membiarkan pandangan lepas). Penyakit dari pandangan mata adalah munculnya kecemasan. Ia membawa percikan api yang kemudian berkobar membakar. Bila seseorang tidak sanggup menahannya dan tak kuasa memikulnya, akan jatuhlah siksa yang besar. Anda akan melihat sesuatu yang membuat anda tidak sabar dan tidak kuasa menyaksikannya , yakni terjebak dalam dalam bahaya pandangan mata.

2.      Gambaran yang terlintas dihati
Gambaran yang terlintas didalam hati lebih sukar dihilangkan. Itu merupakan awal dari kebaikan atau awal dari keburukan, sebab dari situlah munculnya hasrat, angan-angan, dan kemauan keras. Barangsiapa yang mampu mengekang gambaran yang terlintas dihati dan pikirannya, berarti ia berhasil menguasai diri
dari amarah atau hawa nafsu. Sebaliknya yang terjadi apabila seseorang dikuasai atau dikalahkan oleh bayangan didalam hati dan pikiran. Hawa nafsunya akan mendominasi sehingga dia muda terjerat dalam maksiat dan kekejian.

3.      Ucapan
Ucapan adalah sesuatu yang tersimpan, yang tidak dikeluarkan kecuali karena suatu kepentingan. Sebuah ucapan seharusnya tidak dikeluarkan secara sia-sia. Sebaiknya seseorang tidak mengucapkan sesuatu, kecuali bila menguntungkan atau bermanfaat bagi agamanya. Kalau suatu perkataan hendak dilontarkan, dia melihat dulu ada untungnya atau tidak. Bila ternyata tidak, tidak perlu dia mengucapkan sesuatu dengan sia-sia.
Kalau anda ingin mendapatkan dalil atau petunjuk tentang apa yang ada dihati, carilah di lidah. Indera inilah yang akan memberitahu ana tentang kebaikan atau keburukan sesuatu yang ada di dalam hati itu.

4.      Langkah
Setiap manusia harus menjaga diri agar tidak melangkahkan kakinya, kecuali menuju hal-hal yang membawa pahala. Kalau menurut perhitungannya langkahnya tidak mendatangkan pahala, berarti duduk lebih baik daripada berjalan. Disamping itu, ia boleh melangkahkan kaki untuk perbuatan yang mubah dalam rangka mendekatkan diri kepada allah. Jadi kalau dihubungkan dengan pasal diatas, ada dua bahaya yang mengancam setiap manusia. Jika ia keliru menentukan langkah maka akibatnya adalah keburukan. Langkah kaki dan ucapan lidah punya kaitan erat.


Semoga dengan informasi ini dapat mempeluas lagi wawasan anda terhadap hal-hal yang menjerumus kedalam maksiat. Dengan mengetahui informasi seperti ini sedikit kurangnya anda akan lebih menjaga diri anda dari maksiat.

Mengenal Ham Dan Hak Korban

MENGENAL HAM DAN HAK KORBAN

Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Ham Dan Hak Korban, teman-teman pasti tidak asing lagi ditelingganya apa sich itu HAM? Karena untuk Negara demokrasi seperti kita ini HAM itu sudah sangat familiar dan hampir semua orang mengetahui apa itu HAM dan apa itu Hak Korban. kecuali orang yang tinggal di pelosok dan kurang dalam pendidikan.

Apa Sih Itu Ham………?
HAM atau Hak Asasi Manusia adalah hak dasar yang secara kodrati melekat dalam diri manausia sejak lahir. Ham bersifat universal dan langgeng yang tidak bisa di cabut, di kurangi, dibatasi, direbut, atau dirampas oleh siapapun, baik itu keluarganya ( orangtuanya), tetangga, suami/isrinya, termasuk oleh Negara atau aparatur Negara.

HAM hanya mengatur kebutuhan prinsipil atau fandumental manusia seperti ha katas hidup, hak untuk berpendapat, berkeyakinan, beragama, beribadat, hak persamaan di muka hokum, hak mendapat pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Karena Ham sudah melekat pada diri kita sejak dilahirkan, maka Ham berada diatas Negara. Tugas Negara terhadap Ham adalah untuk menghormati, menghargai, memajukan dan melindungi hak asasi manusia tersebut.

Hak asasi manusia ( human rights) berbeda dengan legal rights. Legal right merupakan hak yang doberikan seseorang oleh Negara sebagai warga Negara, sementara Hak asasi manusia bersifat di atas dan di luar (beyond) kuasa dari Negara. Seringkali kebijakan dan praktek suatu Negara melanggar Hak asasi manusia, pada titik itu seorang individu berhak untuk melawan negaranya. Hak asasi manusia di ajukan untuk menjaga Negara agar tetap menjadi pelayan fasilitator dari masyarakat/individu-individu dan tidak terjadi penyalahgunaan  kekuasaan oleh aparat Negara.

Siapakah yang di maksud dengan hak korban......?




Bedasarkan Deklarasi Umum PBB tentang keadilan bagi korban pelanggaran Ham dan penyalahgunaan kekuasaan tahun 1985, “ korban” adalah orang yang secara individual atau kolektif menderita kerugian akibat tindakan atau pembiaran yang di lakukan aparatus Negara ataupun penyelewengan  kekuasaan. Penderitaan yang dialami ini dapat terjadi baik secara fisik, mental, emosional, kerugian ekonomi ataupun tidak terpenuhinya hak-hak dasar. Termasuk dalam pengertian korban adalah juga keluarga dekat dan orang yang mendapat serangan ketika membantu atau mencegah tindak pelanggaran HAM. Pengakuan akan pengertian dan keberadaan korban inu berlaku universal tanpa ada pembedaan ras, jenis kelamin, umur, bahasa, agama, kewarganegaraan, keyakinan politik, budaya, kekayaan, status keluarga, etnis atau asal-usul sosial atau bentuk tubuh. Status dan keberadaan korban tetap harus diketahui atau diproses pengadilan ataupun karena adanya hubungan keluarga antara korban dan pelaku.

"Aceh Lampau"

“ ACEH LAMPAU”

hai teman-teman mari kita mempelajari kembali budaya aceh yang hampir terlupakan atau  musnah. Jangankan orang di luar aceh, kita saja yang asli anak aceh  kurang memahami bagaimana budaya aceh. kita sebagai anak aceh seharusnya lebih mempertahankan dan juga mengetahui budaya yang telah di warisi oleh nenek moyang kita. Jangan malah mengabaikan maupun melupakan budaya atau tradisi nenek moyang kita sendiri. Kali ini saya akan lebih  membahas tentang “Aceh Lampau”.
Pandangan hidup orang aceh sangat sedikit sekali di kupas oleh para sarjana, kecuali adat istiadat dan kehidupan beragama mereka yang sesuai dengan ajaran islam. Mereka selalu megaitkan aceh dengan islam.mendiskusikan aceh, sama dengan mendiskusikan islam.
Adapun mengenai Aturan kehidupan di dalam bermasyarakat aceh memang hampir serupa dengan rakyat jawa. Sejak proses islamisasi, tata aturan kehidupan rakyat aceh lebih banyak di warnai oleh islam, pengaruh budaya hindu dan Buddha masih bisa di jumpain hingga hari ini Untuk urusan hukum, maka itu di dasarkan pada keputusan agama islam yang di berikan oleh ulama yang terkenal pada kerajaan  islam  symbol syiah kuala perpaduan antara nama dari Persia yaitu sya nama muara  sungai yaitu kuala.
Sementara  itu, untuk persoalan cara berfikir dan cara kemajuan masyarakat di simbolkan dengan reusan bak bentara. Aturan ini sesungguhnya menyiratkan standar kehidupan masyarakat yang tidak terlalu agamis. Jika adat istiadat di kendalikan dibawah Sultan dan mengikat seluruh penduduk negeri,  Maka reusam ini lebih pada gaya hidup masyarakat aceh. Namun untuk persoalan upacara- upacara yang bersifat kerakyatan namun disitu ada symbol budaya, maka di kenal dengan istilah qanun bak putrou phang. Puteri Phang di simbolkan sebagai tokoh wanita yang mengurusi persoalan wanita. Sehingga dalam tradisi Aceh, wilayah kerja wanita dan pria pun berbeda-beda. Misalnya di dalam pesta, untuk persoalan tata laksana peusijuek dan pet ranup di lakukan oleh wanita. Penyambutan ta tung dara baro ( pengantin perempuan) atau linto baro (pengantin pria) di lakukan oleh wanita . sedangkan untuk persoalan masa lebih banyak di lakukan oleh pria. Karena itu, di dalam tradisi Aceh yang paling dominan muncul di dalam pesta atau keunduri adalah kelompok wanita.
Demikianlah  reusam dan qanun yang berlaku di aceh sedangkan untuk keunduri yang lainnya seperti nujuhan atau tahlilan  kelompok yang ‘di muliakan’ adalah kelompok pria. Sedangkan wanitanya berada di belakang. Kerja sama yang bisa dilihat kemunculan pria dan wanita saat kaunduri blang ( pesta sawah). Namun pada kaunduri laot, wanita sama sekali tidak di jumpa ini di pandang sebagai symbol pekerjaan lelaki di tengah laut.
Untuk memahami budaya Aceh, maka yang perlu di lakukan upaya dari perspektif irfani, yaitu apa yang di pikirkan oleh orang aceh mengenai cara hidup mereka. Untuk melihat bagaimana proses pengaruh islam terhadap Aceh, maka kita harrus melihat apa titik terakhir dari aspek islam yang “ berhenti” di Aceh. Untuk melihat dunia aceh, maka yang perlu di lakukan adalah bagaimana orang aceh mempersepsikan diri mereka dari bagian kosmologi. Semoga bermanfaat.